ML House
Kami adalah calon suami-istri yang sama-sama berprofesi sebagai arsitek.. Kami berdua mendesain rumah ini sebagai tempat tinggal kami nanti..
Suasana sunyi, di bawah hamparan langit malam, dibelai dinginnya angin malam, irama gemericik air yang menenangkan hati, sayup-sayup terdengar dedaunan yang diterpa angin..
Coba bayangkan, betapa syahdunya suasana makan sahur kami....
Hunian kami terdiri dari dari dua massa bangunan, dimana di antaranya terdapat ruang terbuka yang merupakan 'core' dalam rumah mungil kami.
Ruang terbuka itu, dalam rumah tradisional masyarakat Bali disebut 'natah'.
Sama halnya dengan natah dalam rumah tradisional masyarakat Bali, ruang terbuka di antara kedua massa bangunan itu pun menjadi pusat sirkulasi dan pusat orientasi dalam hunian kami.
"Penerapan secara umum kaidah-kaidah rumah tradisional masyarakat Bali itu tidak hanya akan memberi kami pengalaman ruang yang unik, tetapi juga menciptakan tempat tinggal yang sehat dan hemat energi bagi kami.."
Ruang terbuka di antara kedua massa bangunan itu berfungsi sebagai ruang makan outdoor, juga sebagai tempat menerima tamu..
Kami akan menjamu mereka yang datang bertamu ke rumah kami dengan suasana ruang makan outdoor yang asri, dengan beraneka pilihan kopi nusantara dan salad segar yang bahan-bahannya kami tanam sendiri.. Juga dengan beraneka makanan yang dikreasikan dengan cantik oleh istri Saya.. :)
Ramadhan sebentar lagi..
Coba bayangkan, betapa syahdunya suasana makan sahur kami....



Komentar
Posting Komentar